Erupsi Gunung Semeru, Warga Panik Berhamburan Tinggalkan Desa
Minggu, 29 Juni 2025
Red : Muhammad Fairul Nurhidayah
Lumajang, Jawa Timur — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu sore (29/6), sekitar pukul 15.30 WIB. Letusan ini mengeluarkan guguran awan panas sejauh lebih dari 4 kilometer ke arah tenggara. Suara gemuruh terdengar hingga radius 10 kilometer, disertai getaran yang membuat warga di sekitar Desa Supit Urang dan Sumber Mujur panik berhamburan meninggalkan rumah mereka.
Tim jurnalis kami yang berada di lokasi melaporkan situasi darurat saat warga berlarian membawa barang seadanya. Beberapa anak terlihat digendong orang tuanya sambil menangis, sementara petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan relawan berusaha mengarahkan evakuasi ke titik-titik aman.
“Langit gelap semua. Abu turun seperti hujan. Saya langsung angkut anak-anak keluar,” ujar Siti Rohana, salah satu warga yang ditemui di pos pengungsian sementara. Ia mengatakan sudah beberapa hari terakhir mencium bau belerang yang menyengat, tanda-tanda yang kerap muncul sebelum Semeru meletus.
PVMBG telah menaikkan status Gunung Semeru ke Level III (Siaga) dan meminta warga untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah. Sementara itu, pos pengungsian telah dibuka di beberapa titik, termasuk Balai Desa Penanggal dan Lapangan Candipuro, dengan bantuan logistik dan tenaga medis terus berdatangan.
Kondisi terkini masih terus dipantau. Awan panas guguran masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu, dan aparat mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak mempercayai hoaks, serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.
Komentar
Posting Komentar