Dua Pendaki Hilang di Gunung Rinjani: Cuaca Buruk dan Jalur Ekstrem Hambat Pencarian

Minggu, 04 Mei 2025 20.00 WIB

Red : Muhammad Fairul Nurhidayah

Rullznews, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat – Dua orang pendaki asal Surabaya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Rinjani sejak Jumat sore (2/5). Keduanya, yang diketahui bernama Rizal Pratama (24) dan Dika Setiawan (25), melakukan pendakian melalui jalur resmi Sembalun, namun hingga kini belum kembali ke posko utama. Menurut informasi dari petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), rombongan mereka sempat berpisah ketika mendekati Pos 3 karena alasan kelelahan. Saat itu, Rizal dan Dika memutuskan untuk beristirahat lebih lama dan menyusul kemudian. Namun setelah 24 jam, mereka tidak muncul di Plawangan Sembalun, titik perkemahan utama sebelum puncak.

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Mataram, petugas TNGR, kepolisian, dan relawan pendaki mulai melakukan pencarian sejak Sabtu pagi. Sayangnya, cuaca berkabut tebal dan hujan ringan yang turun di area puncak membuat penyisiran harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Medan terjal dan licin di jalur pendakian menambah kesulitan tim dalam menjangkau beberapa area rawan. “Cuaca sangat tidak bersahabat. Angin kencang dan jarak pandang terbatas. Kami fokuskan pencarian ke sekitar Pos 3 dan jalur alternatif menuju Danau Segara Anak,” ujar I Wayan Sudiarta, Kepala Basarnas Mataram, dalam konferensi pers Minggu pagi.

Keluarga Cemas, Posko Dibuka

Keluarga dari kedua pendaki sudah berada di Posko TNGR Sembalun sejak Sabtu malam. Mereka berharap anak-anak mereka dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. “Kami percaya petugas akan menemukan mereka. Rizal sudah sering naik gunung, tapi ini pertama kalinya ke Rinjani,” ujar Ayah Rizal dengan mata sembab. Pihak TNGR menegaskan bahwa keduanya terdaftar secara resmi dalam log pendaki, namun diduga tidak membawa perlengkapan survival yang lengkap, termasuk peluit dan emergency blanket. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat cuaca ekstrim di ketinggian bisa menyebabkan hipotermia dalam waktu singkat.

Kepala Balai TNGR, Sahabuddin, menyampaikan imbauan kepada seluruh calon pendaki untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca, membawa perlengkapan darurat, serta tidak memisahkan diri dari rombongan. Yang terpenting untuk para pendaki Gunakan Alat keselamatan kalian yang layak dan terjamin untuk menghindari hal yang tidak di inginkan ketika dalam perjalanan mendaki. “Gunung bukan tempat bermain-main. Disiplin dan persiapan adalah kunci keselamatan,” tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan dan perkembangan terbaru akan diinformasikan oleh pihak berwenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ratusan Pendaki Padati Gunung Prau saat Akhir Pekan, Petugas Imbau Waspadai Cuaca Ekstrim

"Gunung Semeru Erupsi, Ribuan Warga Dilarikan ke Pengungsian"

Mengamati Erupsi Gunung Dukono: Dentuman Alam dari Utara Halmahera